BI Sebut Hasil Panen Cabai Rawit di Minahasa Rentan Terhadap Kondisi Cuaca

banner 120x600

PALAKAT Minahasa–Cabai rawit dan cabai merah memiliki kerentanan harga komoditas terhadap kondisi cuaca.

“Hal ini disebabkan hasil panen bergantung pada kondisi cuaca”, kata Joko Supratikto saat menyampaikan pantauan harga Kabupaten Minahasa untuk peningkatan ketahanan pangan daerah pada HLM TPID Kabupaten Minahasa, Rabu (16/07/2025) di Tondano.

“Seringkali harga komoditas naik dikarenakan hasil panen di Minahasa yang tidak optimal karena curah hujan yang tinggi”, tambahnya.

Bersumber dari Sipedas Kementan, jumlah produksi cabai rawit Minahasa merupakan ke-2 tertinggi di Sulut, sebesar 19,82% terhadap keseluruhan panen di semester I 2025. Jumlah produksi cabai merah Minahasa merupakan ke-1 tertinggi di Sulut, sebesar 46,41% terhadap keseluruhan panen di semester 1 2025.

Jumlah produksi bawang merah Minahasa merupakan ke-2 tertinggi di Sulut, sebsar 34,11% terhadap keseluruhan panen di semester 1 2025.

Jumlah produksi tomat Minahasa merupakan ke-1 tertinggi di Sulut, sebsar 64,95% terhadap keseluruhan panen di semester I 2025.

Namun disisi lain Minahasa memiliki kemampuan pasokan internal. Sebagai daerah penghasil pertanian dan hortikultura terbukti dari harga komoditas yang lebih rendah dari Manado. Pergerakan harga di Kabupaten Minahasa juga umumnya searah dengan pergerakan harga di Kota Manado.

Sebagai penghasil beras terbesar ke-2 setelah Bolmong, harga beras di Minahasa cenderung lebih tinggi dibanding Manado. Hal ini dapat disebabkan oleh pasokan beras Manado juga berasal dari luar Provinsi (Sulteng dan Sulsel) yang membuat pasokan beras di Manado lebih melimpah.

 

(Fey)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *