HLM, TPID Bolmong Wujud Sinergi Kendalikan Inflasi

banner 120x600

PALAKAT Bolaang Mongondow–High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building (CB) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dilaksanakan oleh Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Pemkab Bolmong), Kamis (05/02/2026) di Ruangan Rapat Paloko, Hotel Sutan Raja Kotamobagu.

penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkab Bolmong dan Pemkot Kotamobagu dalam bentuk Kerja sama Antar Daerah (KAD) komoditas beras, jagung, dan gabah kering.

Kegiatan dipimpin oleh Wakil Bupati Kabupaten Bolmong, Dony Lumenta, dihadiri Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Renold Asri, serta anggota TPID dari berbagai instansi terkait.

Dony Lumenta mengatakan, pentingnya sinergi antar anggota TPID, khususnya di tengah dinamika geopolitik global yang berdampak pada kenaikan harga energi, turut memengaruhi harga komoditas pangan.

Dalam kondisi tersebut, TPID dituntut untuk terus melakukan berbagai inovasi melalui langkah-langkah strategis yang sinergis, responsif, dan tepat sasaran dalam pengendalian inflasi, antara lain melalui Pemantauan rutin perkembangan inflasi yang ditindaklanjuti upaya stabilisasi harga, optimalisasi lahan tidur menjadi lahan produktif, dan komunikasi efektif agar masyarakat berbelanja secara bijak dan tidak memicu kenaikan harga, khususnya pada periode Ramadhan dan HBKN Idul Fitri 2026.

Selanjutnya, Renold Asri mengatakan, pada tahun 2026, Gerakan Nasional Pengendalian Infasi Pangan (GNPIP) diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan dan optimalisasi lumbung pangan serta sentra produksi pangan.

Kabupaten Bolmong memiliki peran strategis sebagai salah satu lumbung pangan Sulut. Untuk mengoptimalkan surplus tersebut sekaligus menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan petani, upaya yang dapat ditempuh antara lain, perluasan Kerja Sama Antar Daerah (KAD), termasuk antar pelaku usaha (B2B), kemitraan penyediaan komoditas untuk Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), dan pengembangan infrastruktur dan teknologi pasca panen, seperti pemanfaatan teknologi ozonisasi dan penguatan hilirisasi produk pangan, untuk menjaga kualitas komoditas pertanian yang rentan rusak dan mendorong peningkatan nilai tambah secara berkelanjutan.

Komitmen Pemkab Bolmong dalam memperkuat peran sebagai lumbung pangan serta mendukung pengendalian inflasi ditunjukkan secara nyata melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkab Bolmong dan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu dalam bentuk Kerja sama Antar Daerah (KAD) komoditas beras, jagung, dan gabah kering.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi capacity building yang diawali paparan tujuh program unggulan GNPIP dan karakteristik wilayah Bolmong oleh Wabub Bolmong.

Materi kedua, oleh Asisten Direktur BI Sulut, Sigit Setiawan, dengan topik persiapan TPID Award 2026.

Sigit mengungkapkan pentingnya kehadiran kepala daerah, kelengkapan dokumen pendukung, serta penyiapan laporan dan program unggulan sejak dini agar hasil lebih optimal dan pengumpulan tepat waktu, sehingga dapat meningkatkan peluang meraih TPID Award.

Materi ketiga disampaikan oleh Pimpinan Cabang Perum Bulog Bolmong, Ismail Azis, tentang strategi Bulog dalam penguatan distribusi beras dan komoditas pangan strategis untuk pengendalian inflasi.

(**red)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *