PALAKAT Manado–Soft Opening Urban Digifest x SULUT COFFEE FEST Rupa Rasa Kawanua, meracik Tradisi Menyeduh Inovasi, berlangsung mulai hari ini, Rabu 12—16 Agustus 2026 di Manado Town Square Tiga (Mantos 3).

Dibuka langsung oleh Kepala KPw BI Sulut, Joko Supratikto, dan menerangkan dalam sambutannya tentang “Rupa Rasa Kawanua” adalah upaya mengangkat identitas dan potensi unggulan Sulut untuk lebih maju dan berkembang.
“Kita semua cukup memahami dan mengerti bahwa Sulawesi Utara diberkati dengan keindahan alam baik daratan maupun lautan yang menyimpan kekayaan potensi unggulan lainnya yang dapat digambarkan melalui rupa dan rasa kawanua”, ujar Joko.
Dirinya menjelaskan, rupa menggambarkan kekayaan karya dan kreativitas. Sementara rasa, merepresentasikan kekayaan kuliner dan komoditas unggulan kawanua. Keduanya menjadi cermin identitas Sulut yang perlu terus dijaga dan dikembangkan serta dipromosikan.
Urban Digifest 2026 menghadirkan lebih dari 200 UMKM yang menampilkan produk kreatif unggulan Sulawesi Utara melalui berbagai macam fashion, makanan, minuman ready to eat, dan tenan kopi.
Potensi inilah yang akan didorong agar terus mampu menciptakan wirausaha baru meningkatkan nilai tambah produk lokal dan memperkuat kemandirian ekonomi pelaku usaha di Sulut.
Selanjutnya, meracik tradisi adalah bagaimana menjadikan kearifan lokal sebagai kekuatan ekonomi.
Dikatakan Joko, meracik tradisi adalah kemajuan ekonomi kreatif tidak harus membuat kita meninggalkan asal budaya kita sebaiknya tradisi dan kearifan lokal harus mampu diracik menjadi sumber kreativitas serta nilai ekonomi yang baru.
“Semangat tersebut kami hadirkan juga melalui berbagai kegiatan termasuk pengembangan sastra Sulut, seperti kegiatan membatik bersama Dewan kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), dan pengembangan kuliner, juga komunitas lokal hingga video story telling tentang desa wisata”, kata Joko.
Di sisi lain BI juga ingin semakin banyak generasi muda melihat, budaya lokal bukan kisah masa lalu tetapi menjadi sumber inspirasi dan peluang usaha serta identitas produk yang memiliki desain dan mendatangkan kesejahteraan ekonomi dengan kolaborasi antara Pemerintah Daerah (Pemda), Bank Indonesia, Dekranasda, perbankan komunitas akademisi, dan pelaku usaha. Kami berharap kekayaan tradisi kawanua dapat terus tumbuh dan memperoleh tempat yang semakin luas baik di pasar nasional maupun pasar global.
Selanjutnya menyeduh, inovasi ini adalah tentang mendorong UMKM untuk naik kelas dan semakin digital. Tradisi yang kuat perlu dipertemukan dengan inovasi, karena itu Urban Digifest tidak hanya menjadi tempat untuk showcasing berjualan tetapi, ruang untuk belajar berkolaborasi dan memperoleh pembiayaan serta memperoleh perluasan usaha dan pasar juga bertransformasi secara digital.
Berbagai rangkaian kegiatan, seperti talk show, workshop dan bisnis matching, pembiayaan UMKM, serta promosi perdagangan dan ekspor hingga pengembangan keterampilan dihadirkan agar UMKM memperoleh manfaat yang banyak dan berkelanjutan, tidak hanya di acara ini tetapi juga setelah acara ini berakhir.
“Kami ingin masyarakat Sulawesi Utara semakin terbiasa dengan transaksi yang bersifat digital transaksi yang cemumuah yaitu cepat mudah murah aman dan handal”, kata Joko, menjelaskan.
Sementara itu BI berharap, UMKM semakin mampu Untuk memanfaatkan digitalisasi tersebut agar dapat memperluas pasar dan mengembangkan usahanya juga untuk memperoleh pembiayaan.
“Melalui rupa rasa Kawanua meracik tradisi menyeduh inovasi mari kita menjadikan di Urban digital surface 2026 sebagai ruang bersama untuk menyatakan identitas, menjaga tradisi sekaligus melahirkan inovasi baru dan mendukung perkuatan ekonomi Sulawesi Utara yang semakin kuat semakin inklusif digital dan berkelanjutan”, ajak Joko.
Melalui Urban Digifest tahun ini program UMKM tidak hanya bersifat seremonial tapi mampu menyatakan kenyataan terukur dan pengembangan usaha.
(Fey)








