PALAKAT Jakarta–Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 dengan menghadirkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai pembicara utama, digelar oleh Institute for Development of Economics and Finance (INDEF).
Dalam forum strategis ini, Ekonom Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Dr. Een Walewangko, dipercaya sebagai salah satu penanggap utama untuk menguji serta mengulas arah kebijakan fiskal dan ketahanan ekonomi nasional.
Sarasehan yang mempertemukan para pakar ekonomi, pembuat kebijakan, dan pelaku industri ini berfokus pada navigasi tantangan ekonomi global serta penguatan ekonomi domestik.
Penunjukan Dr. Een Walewangko sebagai penanggap utama mencerminkan peran krusial akademisi daerah dalam memberikan perspektif kritis terhadap kerangka anggaran dan strategi pembangunan pemerintah pusat.
Dalam sesi tanggapannya, Dr. Een Walewangko akan menyoroti topik “Pertaruhan Ruang Fiskal: Penerimaan Lemah, Belanja Megah” yang akan dipaparkan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Republik Indonesi
“Saya sudah persiapkan tiga pertanyaan kritis dan beberapa tanggapan untuk materi ini”, kata Een.
Mengusung tema Berlayar di Tengah Gelombang Global, Menjaga Daya Tahan Ekonomi Nasional, acara ini akan menghadirkan Keynote Remarks Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia
Di sesi pertama “Ujian Intermediasi Perbankan dan Sinyal Pengetatan Likuiditas menghadirkan Destry Damayanti, Gubernur Bank Indonesia, Friderica Widyasari Dewi Ketua Dewan Komisioner OJK dan Anggito Abimanyu, Ketua Dewan Komisioner LPS
Sesi kedua, topik “Pertaruhan Ruang Fiskal: Penerimaan Lemah, Belanja Megah”, oleh Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Republik Indonesia
Sesi ketiga, topik Danantara Sebagai Penggerak Hilirisasi Mineral Kritis oleh Rosan Perkasa Roeslani, CEO Danantara Indonesia
Masyarakat umum dapat mengikuti seluruh rangkaian pemikiran serta rekomendasi dari 100 pakar ekonomi tanah air melalui siaran langsung digital di YouTube METRO TV dan kanal resmi INDEF mulai pukul 08.30 hingga 16.00 WIB.
Forum ini menghasilkan rekomendasi kebijakan yang diharapkan menjadi masukan strategis bagi Kementerian Keuangan dalam menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus mendorong akselerasi pertumbuhan nasional di tahun 2026.
(**Fey)








