Semangat KKI 2026 Berdaya Bersama, Dorong UMKM Sulut Naik Kelas

Sinergi dan semangat bersama akan terus dijaga agar semakin banyak UMKM Indonesia tumbuh, tangguh, berdaya saing, dan menjadi kekuatan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan

banner 120x600

PALAKAT Sulawesi Utara–Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 tidak hanya menjadi ruang promosi dan transaksi, tetapi juga bagian dari ekosistem pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan kapasitas dan inovasi, memperluas akses pasar dan pembiayaan, serta mendorong UMKM naik kelas.

“Setiap tahun, dengan penuh rasa syukur kami adakan KKI agar UMKM Indonesia bisa terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing. Tapi, UMKM perlu mempunyai ekosistem yang menjadi tujuan berkelanjutan agar tumbuh, tangguh, dan berdaya saingnya UMKM Indonesia terus berlangsung,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, dalam Seremoni Penutupan KKI 2026 di JICC Jakarta (23/08/2026).

KKI 2026 di Jakarta

Kekuatan KKI juga tercermin dari luasnya kolaborasi yang terbangun. KKI 2026 melibatkan lebih dari 1.860 UMKM dari seluruh Indonesia, dengan hampir 560 UMKM berpartisipasi secara luring menampilkan beragam produk unggulan, mulai dari wastra, ready to wear, makanan dan minuman, home decor, hingga karya kreatif generasi muda. KKI 2026 juga didukung 27 kementerian/lembaga serta 34 asosiasi, mitra, industri, perbankan, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Pengembangan, kurasi, dan perluasan akses pasar UMKM didukung jaringan 46 Kantor Perwakilan Dalam Negeri dan 5 Kantor Perwakilan Luar Negeri Bank Indonesia. Sinergi tersebut menjadi kekuatan untuk membangun ekosistem UMKM Indonesia yang semakin terhubung dan berdaya saing.

Sejalan dengan capaian KKI 2026, UMKM Sulawesi Utara turut menunjukkan kinerja positif melalui peningkatan penjualan, penguatan branding produk lokal, serta perluasan akses pasar global. Pada pameran KKI 2026, Kain Pinawetengan, produk tenun premium khas Sulawesi Utara yang terinspirasi dari guratan atau pahatan pada Situs Sejarah Watu Pinawetengan di Kabupaten Minahasa, mencatat total penjualan sebesar Rp110,3 juta, atau meningkat 5 kali lipat dibandingkan capaian tahun 2025.

Penguatan branding produk kopi Sulawesi Utara juga tercermin melalui Kopi Arabica Tomohon dari Elmonts Coffee yang semakin dikenal di pasar nasional. Produk tersebut turut mendapat eksposur melalui penyeduhan langsung oleh World Barista Champion dalam rangkaian KKI 2026 melalui program take over bar Cangkir Nusantara.

Dari sisi perluasan pasar global, Narasi Vanilla, produk vanila berkualitas tinggi asal Sulawesi Utara, berhasil membuka akses pasar ke Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan melalui business matching dan penandatanganan Letter of Intent (LOI).

Capaian tersebut mencakup pengiriman sampel vanilla beans, powder, dan paste kepada buyer SAF Synergy PLT (Blitz and Co) dari Malaysia; pengiriman 20 kg vanilla beans senilai USD2.500 kepada Global Mandheling Coffee Korea dari Korea Selatan serta pengiriman 24 pcs produk vanilla paste dan vanilla powder kepada Indonesia House of Bean Tokyo dari Jepang.

Selain vanila, Kopi Robusta Gunung Ambang dari Kota Kotamobagu yang memiliki kualitas ekspor juga berhasil memperluas jejaring pasar melalui business matching dengan Indonesia House of Bean Tokyo dari Jepang. Capaian tersebut menunjukkan semakin terbukanya peluang produk unggulan Sulawesi Utara untuk menembus pasar global melalui penguatan kualitas, branding, dan jejaring bisnis.

Bank Indonesia akan terus mendorong UMKM agar tumbuh, tangguh, dan berdaya saing melalui peningkatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, inovasi, digitalisasi, serta pengembangan ekosistem yang berkelanjutan. Sinergi UMKM, masyarakat, Pemerintah, industri, lembaga keuangan, pembeli global, dan mitra strategis akan terus diperkuat untuk membawa UMKM Indonesia semakin maju.

“Cintai, bangga, dan pakai produk UMKM Indonesia. Karena kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi UMKM Indonesia menjadi tuan rumah produk Indonesia dan bisa tumbuh, tangguh, dan berdaya saing,” ujar Aida.

KKI 2026 menjadi gerakan bersama untuk membawa karya terbaik UMKM dari seluruh penjuru negeri semakin dikenal, dicintai, dan digunakan masyarakat Indonesia, sekaligus menembus pasar global.

(**Fey)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *