Strategi Kerjasama Pemkot Tomohon & Pemkab Parigi Moutong Stabilkan Harga Komoditi

banner 120x600

PALAKAT Makassar–Demi menstabilkan harga komoditi yang selama ini menjadi pendorong inflasi di provinsi Sulawesi Utara pemerintah kota Tomohon menandatangani Kerjasama Antar Daerah (KAD) dengan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Sindenreng Rappang yang difasilitasi oleh Bank Indonesia (BI).

Kerjasama ini selain menjaga kestabilan harga juga mengatasi masalah distribusi dan pasokan komoditas strategi seperti beras cabai rawit dan bawang merah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, (KPw BI Sulut) Joko Supratikto mengatakan, pentingnya kerjasama antar wilayah dalam menstabilkan harga komoditi yang selama ini menjadi pendorong inflasi di Sulawesi.

“Inflasi Sulawesi Utara pada Juni 2025 tercatat 0,65% (mtm) dengan inflasi tahun berjalan sebesar 1,85% (ytd). Menjadi penyumbang utama kenaikan harga di bulan Juni 2025 adalah komoditi beras dan cabai rawit”, kata Joko

Menurut Joko, kerjasama seperti ini adalah solusi konkrit untuk menjaga keseimbangan pasokan antar wilayah.

Disparitas harga antar daerah menunjukkan potensi besar untuk kerjasama secara menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Melihat harga cabai rawit yang ada di sulut lebih tinggi dibandingkan di Sulawesi Selatan.

BI mengungkapkan perbedaan tersebut dapat diatasi melalui distribusi lintas daerah dengan adanya KAD sehingga harga di daerah surplus tidak jatuh dan harga di daerah defisit tidak melambung.

Kedepan dari sinergi G to G akan didorong hingga ke tingkat Bussines to Bussines (B to B) yang melibatkan produsen dan distributor lokal.

Bupati Parigi Moutong, Erwin burase mengapresiasi kerjasama yang telah terbentuk, menurutnya hal ini merupakan komitmen kuat pemerintah daerah dalam rangka pengendalian inflasi serta mendorong potensi lokal.

“Akan membuka peluang distribusi komoditas strategi seperti beras cabai rawit kelapa dalam bentuk kakao di mana Parigi Moutong menjadi produsen terbesar untuk komoditi beras di Sulawesi Tengah pada tahun 2024 lalu”, kata Erwin.

Disampaikan bahwa komunikasi dan koordinasi adalah hal pokok untuk memperkuat kerjasama tersebut agar supaya bisa berjalan optimal dan maksimal.

Di samping itu, Bank Indonesia mendorong seluruh TPID untuk tetap bersinergi menjaga stabilitas harga dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Menurut BI kolaborasi ini tujuannya untuk memperkuat integrasi aktivitas ekonomi wilayah serta menjaga kestabilan harga dan kerjasama antara daerah ini merupakan bagian dari strategi nasional pengendalian inflasi melalui sinergi government to government atau (G to G).

 

(Fey)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *