PALAKAT Sulawesi Utara- Dilihat dari capaian semester I tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Sulut berada pada 5,63 persen.
Itu artinya masih perlu ekstra keras untuk mencapai target yang dipatok.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong investasi.
Seperti yang diinisiasi Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, dengan menggelar North Sulawesi Investment Forum (NSIF) 2025.
Kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha dengan investor ini dibuka Gubernur Sulut Yulius Selvanus yang diwakili Asisten III Fransiscus Manumpil di Hotel Four Points Manado, pada Jumat (08/08/2025).
Dalam sambutan tertulis Gubernur Yulius yang dibacakan Manumpil, menegaskan komitmen Pemprov Sulut memudahkan investasi masuk ke Bumi Nyiur Melambai.
“Bagaimana mempermudah perizinan, dan juga memberikan karpet merah bagi para investor,” kata Manumpil kepada sejumlah media usai kegiatan.
“Perizinan yang berbelit-belit kita coba eliminasi,” tambahnya.
Adapun kegiatan ini terus ditindaklanjuti. Di mana, akan ada pembahasan secara sektoral.
“Semua sektor pembangunan, baik infrastruktur, perikanan, kelautan, kehutanan, pertambangan sampai juga pangan. Ini jadi sektor prioritas dalam rangka kita mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulut. Dari daerah kita akan mendongkrak ekonomi nasional,” tuturnya.
“Properti juga masuk dalam pembahasan. Cuma memang perlu ada nanti one on one meeting antara investor pelaku usaha dengan pihak sektoral,” pungkasnya.
Gubernur pun menitip pesan mengapresiasi NSIF 2025 yang berjalan dengan baik dan lancar.
Apalagi kegiatan ini turut dihadiri sejumlah duta besar dari perwakikan negara-negara sahabat yakni dari Portugal, Australia, Albania, Rwanda dan Filipina.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulut, Joko Supratikto mengatakan NSIF 2025 merupakan forum untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Sebab, target di depan sangat tinggi yakni 6-7 persen.
Supratikto menyebut guna mencapai target tersebut, perlu ada penambahan kegiatan ekonomi yang nilainya cukup besar.
“Nah, salah satunya adalah dengan investasi. Kegiatan ini akan rutin dilakukan setiap tahun. Di antaranya dengan menggelar North Sulawesi Invesment Challenge,” ungkapnya.
Lewat North Sulawesi Invesment Challenge, project clean and clear yang nantinya disodorkan kepada para investor.
“Proyek clean and clear ini sudah betul-betul dari sisi legal, dan dari sisi berbagai macam terutama terkait kepemilikan tanah dan lain-lain,” ungkapnya.
Target pertumbuhan ekonomi Sulut 6-7 persen bisa terwujud, ujar Supratikro, harus ada penambahan nilai ekonomi sebesar Rp14 triliun. Ia mencontohkan salah satunya yang didorong adalah sektor pertambangan.
“Di Sulut kan masih banyak tambang emas yang masih rakyat. Kalau itu bisa dilegalkan dalam arti sudah memenuhi persyaratan legal, baik itu dari sisi lingkungan dan lain-lain. Itu bisa tercatat secara resmi di dalam pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya. (Hai)








