PALAKAT Manado–Progres Pencocokan dan Penelitian Data Pemilih (Coklit) tahap pertama di 15 kabupaten/kota mejadi fokus penting saat Ketua Divisi Data dan Informasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Lanny Ointu lakukan evaluasi kepada para Ketua Divisi, Wakil Ketua Divisi Data dan Informasi, Kasubbag Data, Operator Sidalih, PPK Divisi Data dan PPS gunung ruang, Rabu (03/07/2024) di Ballroom Grand Kawanua Manado.

Laporan capaian progres coklit dalam hitungan persen menurut nama wilayah seperti, Bolaang Mongondow 88,9 persen, Minahasa 71,3 persen, Kepulauan Sangihe 80,3 persen, Kepulauan Talaud 91,6 persen, Minahasa Selatan 97, 5 persen, Minahasa Utara 76,5 persen, Minahasa Tenggara 95,5 persen, Bolaang Mongondow Utara 92,4 persen, Kepulauan Siau, Tagulandang, Biato (Sitaro) 67,3 persen, Bolaang Mongondow Timur 80,8 persen, Bolaang Mongondow Selatan 80,1 persen, Kota Manado 57,6 persen, Kota Bitung 70 persen, Kota Tomohon 76,6 persen, Kota Kotamobagu 79,1 persen. Hal ini membuktikan hasil kerja pantarlih sejak dimulainya proses coklit, Senin (24/06/2024) lalu.
“Pantarlih ketika mengunjungi warga wajib melihat KTP Elektronik, “kata Ointu saat mengecek proses coklit dan penggunaan aplikasi e-coklit pada setiap kabupaten/kota.
Usai mendata jumlah pemilih yang sudah dicoklit, Ointu mengungkap progres coklit rata-rata sudah mencapai 66,6 persen se-Sulawesi Utara. “Untuk e-coklit 40 persen, diupayakan minggu ini bisa capai 100 persen, “ungkap Ointu kepada palakatberita. co, Rabu (03/07/2023).
Memurut Ointu, yang menjadi kendala di lapangan adalah masih banyak ditemukan dua KK dimiliki oleh satu orang, dan ada juga pemilih tidak mau dilakukan coklit, kemudian selanjutnya penemuan data ganda.
“Kami meminta KPU kabupaten/kota segera menyelesaikan proses coklit pada dua minggu pertama, secepatnya. Setelah itu akan menangani yang menjadi temuan -temuan PKD dan Panwascam di masing-masing kecamatan, kelurahan/desa, “tutup Ointu.
(Fey)








