PALAKAT Manado–Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)Sulawesi Utara (Sulut) melalui koordinasi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Sulut dan Satgas Pangan Polda Sulut, melaksanakan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) Tahap II cabai rawit merah dari Probolinggo, Jawa Timur.

Sebanyak 2.500 kg (84 koli), didistribusikan ke pasar tradisional, sebagai tindak lanjut dari FDP Tahap I.
Kegiatan turut dihadiri oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Prov. Sulawesi Utara, Purwanto, Asisten II Setda Kota Manado, Atto R. M. Bulo, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulut, Rahel Ruth Rotinsulu, Perwakilan Satgas Pangan Polda Sulut, Ipda Donny Samel, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemprov Sulut, dan Pemkot Manado.
Deputi KPw BI Sulut, Poerwanto, mengatakan, inflasi Sulut pada Agustus 2026 tercatat 0,29% (mtm) dengan inflasi kumulatif mencapai 3,68% (ytd) melewati batas atas sasaran inflasi nasional 3,50% (yoy).
Tekanan inflasi utamanya bersumber dari kenaikan harga cabai rawit dengan andil 0,33% (mtm).
Berdasarkan data SP2KP tiga pekan terakhir, rata-rata harga cabai rawit merah di empat kab/kota IHK Sulut telah melampaui HAP secara signifikan yaitu, Kota Manado tercatat 102% di atas HAP, Kota Kotamobagu 123%, Kabupaten Minahasa Utara 118%, dan Kabupaten Minahasa Selatan mencapai 155% di atas HAP.
Seluruh kab/kota IHK berada pada kategori Waspada berdasarkan indikator stabilitas harga pangan Badan Pangan Nasional.
Data klimatologi menunjukkan curah hujan berada pada kriteria rendah di sebagian besar wilayah Sulut, sementara hari tanpa hujan telah mencapai kriteria sangat panjang di 131 lokasi dan bahkan ekstrem di 12 lokasi.
Purwanto menjelaskan bahwa FDP Tahap I pada 14–15 September sempat menurunkan harga cabai rawit merah ke
level HAP (Rp57.000/kg) di Pasar Bersehati Manado dan Pasar Airmadidi Minahasa Utara. Namun, data SP2KP menunjukkan harga kembali meningkat di beberapa titik pada hari-hari berikutnya, mengindikasikan tekanan pasokan masih berlangsung. Oleh karena itu, FDP Tahap II dilaksanakan dengan pasokan yang tiba di Manado pada Minggu malam, 20 September, melalui jalur distribusi Probolinggo–Bandara Juanda –Bandara Hasanuddin–Bandara Sam Ratulangi, untuk disalurkan pada Senin pagi, (21/09/2026), sehingga tersedia saat pasar mulai beraktivitas.
Berbeda dengan Tahap I yang terkonsentrasi di Manado, Minahasa Utara ,dan Minahasa Selatan.
“Tahap II diperluas ke lima titik pasar di empat kab/kota IHK, yaitu Pasar Bersehati dan Pasar Pinasungkulan (Manado), Pasar Airmadidi (Minahasa Utara), Pasar Amurang (Minahasa Selatan), dan Pasar 23 Maret (Kotamobagu), dengan target harga konsumen maksimal Rp57.000/kg sesuai HAP yang ditetapkan Bapanas”, ungkap Poerwanto.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulut, Rahel Ruth Rotinsulu mengatakan, TPID Sulut, selalu berupaya untuk dapat merespon dengan cepat isu inflasi di lapangan dan melakukan langkah antisipasi, “Pelaksanaan FDP Tahap II ini, menjangkau seluruh kabupaten/kota IHK di Sulawesi Utara”, katanya.
(Fey)








