Rawit Merah dari Jawa Dijual di Sulut, Kadis Pangan: Bukan Menggantikan Produksi Petani Lokal

banner 120x600

PALAKAT Manado–Cabai rawit merah dari Probolinggo, Jawa Timur tiba di Manado Minggu 20 09 2026.

Kepala Deputi Bank Indonesia Sulawesi Utara Purwanto mengatakan stok yang ada saat ini mengutamakan daerah-daerah yang masuk pada Indeks Harga Konsumen (IHK).

“Ke depan kalau memungkinkan nanti juga akan menjangkau daerah-daerah sekitar”, kata Poerwanto, saat memantau penerimaan cabai dari Pulau Jawa.

Cabai Rawit Merah dari Pulau Jawa tiba di Sulawesi Utara

Purwanto menjelaskan ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga ketersediaan pasokan dan kestabilan harga.

“Ini menjadi langkah awal bagaimana memastikan agar ketersediaan pasokan tetap terpenuhi serta harganya dapat dijangkau oleh masyarakat”, katanya, menjelaskan.

Menurut Kadis ketahanan pangan Provinsi Sulut, Rahel Ruth Rotinsulu, fasilitas distribusi pangan yang dilakukan atas sinergi BI dan TPID sulut ini, bukanlah sebagai upaya mengambil alih produksi cabai dari petani lokal. Tetapi, hanya membantu pasukan agar kebutuhan masyarakat sulut terpenuhi dengan harga yang terjangkau.

“Dengan masuknya cabe ini bukan berarti akan menggantikan produksi petani lokal”, tegas Rotinsulu.

Dirinya memberi alasan mengapa memilih memasok cabai dari Probolinggo, yaitu karena salah satu penyebab harga naik adalah pasokannya kurang sementara cabe ini sesuai dengan preferensi masyarakat sulut baik dari bentuk maupun rasanya.

Selanjutnya satuan tugas satgas pangan sulut menyatakan mendukung penuh kegiatan FDP tersebut.

“Kami satgas pangan terus mengol pendistribusian kepada pedagang dan juga sampai kepada konsumen ujarnya saat mengawal pendistribusian 2,5 ton cabai rawit merah menuju pasar tradisional di Sulut.

(Fey)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *