BI Sebut Cabai Rawit Andil Inflasi di Sulut

banner 120x600

PALAKAT Manado–Disebutkan BI, cabai rawit memberikan andil sebesar 0,33 persen (mtm) terhadap inflasi. Berdasarkan data SP2KP dalam tiga pekan terakhir, harga cabai rawit merah di empat kabupaten/kota IHK Sulut juga telah berada jauh di atas Harga Acuan Penjualan (HAP).

Harga cabai rawit merah yang kembali mengalami  kenaikan, membuat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Utara (Sulut) melakukan upaya antisipasi dengan memasok sebanyak 2,5 ton atau 84 koli cabai rawit merah asal Probolinggo, Jawa Timur, Minggu, (20/09/206). Selanjutnya didistribusikan pada Senin (21/9/2026) ke lima pasar tradisional yang ada di Sulut.

“FDP Tahap II ini merupakan tindak lanjut setelah FDP Tahap I pada 14–15 September 2026 yang sebelumnya menyalurkan 2,4 ton cabai rawit,” kata Poerwanto, selaku Kepala Deputi BI Sulut, di Pasar Bersehati, Manado, Senin (21/09/2026).

Menurut BI, pendistribusian ini dilakukan untuk memperluas sekaligus menjaga dampak intervensi harga agar lebih merata dan berkelanjutan.

Program ini merupakan hasil koordinasikan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara (KPw BI Sulut) bersama Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Utara, dan Satgas Pangan Polda Sulawesi Utara.

Purwanto, mengatakan tekanan harga cabai rawit menjadi salah satu sumber utama inflasi Sulawesi Utara.

“Inflasi Sulawesi Utara pada Agustus 2026 tercatat 0,29 persen secara bulanan (mtm), dengan inflasi kumulatif 3,68 persen (ytd),” katanya.

Di Kota Manado, harga tercatat 102 persen di atas HAP, Kotamobagu 123 persen, Minahasa Utara 118 persen, dan Minahasa Selatan bahkan mencapai 155 persen di atas HAP.

Ini menunjukkan seluruh kabupaten/kota IHK berada pada kategori waspada berdasarkan indikator stabilitas harga pangan Badan Pangan Nasional.

FDP Tahap I Sempat Tekan Harga ke Rp57 Ribu Purwanto mengungkapkan, intervensi FDP Tahap I sebenarnya sempat memberikan dampak langsung terhadap harga.

Pasokan dari Probolinggo pada 14–15 September berhasil menurunkan harga cabai rawit merah hingga menyentuh HAP sebesar Rp57.000 per kilogram di Pasar Bersehati Manado dan Pasar Airmadidi, Minahasa Utara.

Namun, harga kembali bergerak naik di sejumlah titik pada hari-hari berikutnya. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan pasokan cabai masih berlangsung.

“Karena itu, TPID kembali melakukan FDP Tahap II” ungkap Joko, dengan harapan bisa memenuhi kebutuhan pasokan di Sulut.

(Fey)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *