
Bisa berpartisipasi diberbagai bidang dan mendapat kesempatan yang sama dengan kaum laki-laki, didukung dengan kemauan untuk berkarya, maka perempuan bisa menjadi inspiratif. Mengenal sosok perempuan inspiratif Sizzy Matindas yang menginspirasi banyak orang untuk melangkah maju kearah lebih baik, bijaksana menggunakan kesempatan dan meninggalkan jejak penting untuk anak bangsa.
PALAKAT Manado–Perempuan Inspiratif berdarah Minahasa, Sizzy Matindas adalah pembuat batik bercerita yang sudah banyak digemari baik penduduk dalam maupun luar negeri.
Saat ini, sizzy sapaan akrabnya, memiliki galeri tempat dimana peminat batik bisa menemukan karya-karyanya, yaitu di Jl. Diponegoro no 107 Mahakeret Timur, Manado.
Dirinya mampu memberi contoh kehidupan positif kepada banyak orang. Sosok yang mandiri dan bisa menginspirasi orang lain ini mengakui, awal dari keinginan besarnya adalah mengangkat motif Sulawesi Utara (Sulut) menjadi batik apakah itu berupa baju, kain dan lainnya, sebab dia mau menyampaikan pesan budaya Sulut, sehingga setelah dilihat orang mereka langsung puas dan kagum.
“Dari segi mata langsung terpuaskan. Cenderungnya, ketika ada sesuatu yang disukai, orang akan melihat dan bertanya-tanya. Nah, disitulah kesempatan untuk menceritakan budaya kita. Ternyata banyak sekali cerita-cerita Sulawesi Utara yang tidak diketahui orang apalgi anak muda yang mungkin sudah tinggal diluar daerah atau sekolah di luar negeri. Maka, dari batik inilah tempat saya menuangkan cerita-cerita itu, “ujar Sizzy mengakui.

Punya ilmu tekhnologi grafika, lulusan Trisakti 2014, dari bekal inilah Sizzy berkarya. Menariknya karya Sizzy mulai dikenal terlebih dahulu di luar negeri dan Ibukota Negara Indonesia yaitu Jakarta. Namun, sejak 2019 bisa membuka galeri di Kota Manado, Sulawesi Utara, itulah Rumah Sizzy Matindas Batik. Kesempatan melebarkan sayap pun diraih, hingga sekarang membuka peluang bukan hanya membatik dengan cerita daerah Sulut tapi menerima kerjasama untuk daerah lain dalam bentuk desain seperti, Banggai Kepulauan, Wakatobi dan Konawe.
“Saya juga mau dikenal orang sebagai desainer batik. Sekarang sudah ada beberapa Kabupaten, Kota diluar Sulawesi Utara yang menggunakan jasa saya untuk mendesain dan memproduksi batik untuk daerah mereka, “ungkap Sizzy saat ditemui Palakatberita. Co, Selasa (01-02) di Manado.
Diceritakan pula, jenis yang paling laris dan disukai adalah batik manguni. Batik ini menampilkan motif cerita burung khas dari Minahasa yang dahulu para orang tua sering memakai siulannya untuk mengartikan sesuatu atau pertanda. Selain itu ada juga motif maengket, terkenal sebagai tarian daerah Sulut saat merayakan musim panen, syukur berdirinya rumah baru dan tari muda-mudi.
Menurut Sizzy, ciri khas batiknya adalah pembatikan dengan melewati proses mendesain yang butuh waktu, karena batiknya bercerita maka desainnya pula tidak bisa sembarang. Jadi, tiap motif yang dihasilkan memiliki arti dan seakan hidup karena didasari oleh ceritanya.
Mengikuti perkembangan Zaman, menjangkau kaum millenial, Sizzy pun menyesuaikan kebutuhan anak muda dengan menjadikan kain batik bukan hanya warna netral saja, tapi berani dengan tampilan kombinasi.
Sampai saat ini dikatakan Sizzy, dirinya akan terus mencari tau cerita-cerita atau budaya dan kekayaan alam, baik yang ada di Sulut maupun di daerah lain di Indonesia untuk terus bercerita dan dituangkan dalam desain batiknya.
(Fey).








