PALAKAT Manado–Nilai ekspor Sulut pada Agustus 2026 mencapai US$110,69 juta, naik 44,93 persen dibandingkan Agustus 2025.
Secara kumulatif Januari–Agustus 2026, nilai ekspor mencapai US$848,70 juta, naik 7,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Ekspor Januari — Agustus 2025 nilainya 790,68 US$ dan Januari — Agustus 2026 nilainya 848,70 US$ meningkat 7,34 persen”, kata Dr. Watekhi, S.Si.,MSE., selaku Kepala Badan Pusat Statistik Sulawesi Utara, pada rilis berita resmi, Kamis (01/10/2026).

Hal ini menggambarkan pertumbuhan yang sehat bagi perekonomian Sulut. Mendongrak surplus neraca perdagangan melalui komoditas ekspor, berasal dari lemak dan minyak hewani/nabati dengan kontribusi sekitar 72,32 persen terhadap total ekspor.
Pada bulan Januari—Agustus 2026, Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor terbesar. Selain itu ada juga negara lain seperti, Korea Selatan, Belanda, Tiongkok, dan Philipina.
Jika dilihat dari kinerja ekspor komoditas unggulan, nilai ekspor bulan Januari—Agustus 2026 komoditas HS-15 (lemak dan minyak hewani/nabati) dan HS-16 (olahan dari daging, ikan, krustasea, dan moluska) mengalami peningkatan, sedangkan HS-03 (ikan, krustasea dan moluska), mengalami penurunan dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025 (C-to-C).
Berikut rinciannya, Ekspor ke Amerika Serikat (Total: US$ 186,57 Juta), terdiri dari Olahan dari daging, ikan, krustasea, dan moluska (HS 16) berada di angka US$ 13,15 juta (share 7,05%). Ikan, krustasea, dan moluska (HS 03) tercatat, US$ 23,14 juta (share 12,40%). Lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) menunjukkan nilai, US$ 146,89 juta (share 78,74%).
Ekspor ke Tiongkok (Total: US$ 157,92 Juta) terdiri dari, kertas, karton, dan barang daripadanya (HS 48) tercatat US$ 6,75 juta (share 4,28%). Berbagai produk kimia (HS 38) ada pada nilai US$ 11,02 juta (share 6,98%). Sedangkan lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15): US$ 120,09 juta (share 76,04%).
Ekspor ke Filipina (Total: US$ 127,57 Juta) terdiri dari, garam, belerang, batu, dan semen (HS 25) berada pada angka US$ 1,30 juta (share 1,02%). Sementara, tembakau dan rokok (HS 24) tercatat US$ 8,12 juta (share 6,37%). Dapat dilihat pula, lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) ada pada angka US$ 117,89 juta (share 92,42%).
Selanjutnya, nilai impor Agustus 2026 mencapai US$14,19 juta, meningkat 16,41 persen secara tahunan.
Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan Sulawesi Utara pada Agustus 2026 tetap mencatat surplus sebesar US$96,50 juta, sedangkan surplus kumulatif Januari–Agustus 2026 mencapai US$699,87 juta.
(Fey)








