Polimdo Sulut Hadirkan Solusi Inovasi Vokasi Berbasis SDGs, Hadapi Volatilitas Pasar & Kawal pasca-Sensus Ekonomi 2026

banner 120x600

PALAKAT Manado–Pelantikan Pengurus Ikatan Wartawan Online Sulawesi Utara ((IWO Sulut) Rabu (30/09/2026) lalu menyoroti isu strategis terkait “Volatilitas Pasar, Data, dan pasca-Sensus Ekonomi 2026”. Merespons diskursus krusial ini, Politeknik Negeri Manado (Polimdo) di bawah kepemimpinan Direktur Mareyke Alelo, MBA menegaskan kesiapan institusi pendidikan vokasi tersebut dalam menghadirkan solusi ekonomi nyata yang sejalan dengan implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Direktur Polimdo, Mareyke Alelo, MBA., menyampaikan bahwa gejolak atau volatilitas pasar menuntut adanya resiliensi (ketahanan) ekonomi di tingkat akar rumput, yang pembangunannya harus dilakukan secara terukur dan berkelanjutan.

“Data pasca-Sensus Ekonomi 2026 memberikan peta navigasi yang sangat jelas tentang kondisi riil UMKM, daya beli, dan tingkat kesejahteraan di Sulawesi Utara. Sebagai kampus vokasi, Polimdo meresponsnya secara konkret melalui inovasi teknologi dan pemberdayaan masyarakat yang berlandaskan pada pilar-pilar SDGs. Kita ingin menciptakan masyarakat yang tahan banting terhadap gejolak pasar tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan untuk jangka panjang,” tegas Mareyke.

Sinergi program prioritas Polimdo dalam menjawab tantangan volatilitas pasar sekaligus mengimplementasikan pencapaian SDGs terwujud dalam beberapa langkah strategis berikut:

Pertama, Menekan Biaya Operasional UMKM Lewat Transisi Energi Terbarukan (Mendukung SDG 13: Climate Action & SDG 1: No Poverty).

Salah satu dampak terbesar dari volatilitas pasar adalah fluktuasi harga energi yang membebani kelompok rentan. Menjawab hal ini, Polimdo memberdayakan UMKM di Kelurahan Malalayang dengan merancang rakit wisata bertenaga surya dan angin.

“Inovasi ini membebaskan nelayan dari ketergantungan bahan bakar fosil, sehingga margin pendapatan ekonomi mereka meningkat drastis. Hal ini merupakan wujud nyata aksi iklim (Climate Action) kampus, yang juga didukung dengan fasilitas recycling centre untuk mendaur ulang sampah plastik menjadi paving blok dan bahan bakar, serta instalasi energi terbarukan mandiri (hidro, angin, surya) di lingkungan kampus,” kata Mareyke.

Kedua, Membangun Kemandirian Finansial Desa Berbasis Potensi Lokal (Mendukung SDG 1: No Poverty).

Data sensus ekonomi membantu mengidentifikasi kantong-kantong potensi desa untuk pengentasan kemiskinan (No Poverty). Bekerja sama dengan badan dunia ILO, Polimdo sukses merevitalisasi ekosistem ekonomi Desa Budo, yang kini meraih Anugerah Desa Wisata Indonesia dan berhasil mandiri secara finansial.

“Model penguatan mata rantai ekonomi ini direplikasi di desa penyangga seperti Darunu dan Bahoi,” ujarnya.

Mareyke juga menjelaskan, untuk mengatasi instabilitas harga pangan, sentuhan teknologi pakan buatan dari Polimdo juga diberikan kepada pembudidaya ikan air tawar guna menjaga stabilitas harga pokok produksi di tengah ketidakpastian pasar.

Ketiga, Menciptakan Ekosistem Pekerjaan Layak Bernilai Jual Tinggi (Mendukung SDG 8: Decent Work & Economic Growth & SDG 4: Quality Education)

Guna meningkatkan taraf hidup dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif pasca-sensus, Polimdo fokus pada penyediaan pendidikan bermutu (Quality Education) dan penciptaan pekerjaan layak (Decent Work & Economic Growth). Kolaborasi bersama BP3MI dilakukan untuk melatih calon pekerja migran agar memiliki daya saing tinggi saat bekerja di luar negeri.

Di saat bersamaan, sinergi dengan Bank Indonesia (BI) dan PADI menghadirkan pelatihan dan sertifikasi diving serta konservasi laut berskala internasional bagi masyarakat pesisir. Pendidikan spesifik ini secara langsung menaikkan “nilai jual” kompetensi masyarakat untuk menavigasi volatilitas pasar kerja.

IWO Sulut mendapat apresiasi karena terus mengawal isu-isu strategis ekonomi dan sosial di daerah. Juga telah mempercayakan salah satu dosen terbaik Pelimdo yakni Dr. Olivia Moningka S.T, M.Ars sebagai Dewan Kehormatan PW IWO Sulut. Dirinya mengakui, IWO Sulut adalah mitra strategis.

“Sinergi antara data yang dikawal oleh media dan solusi vokasi berbasis SDGs dari Polimdo adalah kunci agar Sulut mampu melewati tantangan volatilitas pasar dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan pasca-sensus ekonomi 2026”, ungkapnya.

(Fey)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *