Kapolres Minut Tetapkan Koltem Desa Tangguh Peduli Pencegahan COVID-19

Kapolres Minut AKBP Grace Krisna D Rahakbau SIK MSi saat memonitor Pos Jaga COVID-19 Desa Kolongan Tetempangan didampingi Kasat Bimas Iptu Tonni Simarmata di sambut Hukum Tua Koltem Demas Kasegel, Sekdes Frida Wehantouw S.Sos dan perangkat Desa.
banner 120x600
Kapolres Minut AKBP Grace Krisna D Rahakbau SIK MSi saat memonitor Pos Jaga COVID-19 Desa Kolongan Tetempangan didampingi Kasat Bimas Iptu Tonni Simarmata di sambut Hukum Tua Koltem Demas Kasegel, Sekdes Frida Wehantouw S.Sos dan perangkat Desa.

 

PALAKAT Minahasa Utara–Guna memaksimalkan percepatan pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), Kepolisian Resor Minahasa Utara (Polres Minut) telah menetapkan Desa Kolongan Tetempangan (Koltem) sebagai Desa Tangguh Peduli Pencegahan Covid-19. Hingga kemudian akan menjadi contoh baik bagi desa-desa lain yang ada di Minut.

Menurut penjelasan Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbau SIK MSi, penetapan desa tangguh ini dilihat dari kesiapan semua unsur, baik pemerintah Desa, BPD dan masyarakat dalam upaya percepatan penangana penyebaran COVID-19. Semua potensi baik SDM, prasarana, ketahanan pangan dan pasar tersedia di Desa tersebut.

“Yang paling utama tekad warga masyarakat untuk melawan COVID-19. Semua pihak harus terlibat dalam melaksanakan setiap anjuran pemerintah, mematuhi protokol kesehatan yang berlaku,” ungkap Kapolres, Rabu(16/06).

Saat melakukan peninjauan langsung ke-5 titik pos COVID-19 yang ada di Desa Koltem, Kapolres bersama Kasat Bimas Iptu Tonni Simarmata, menyampaikan beberapa arahan,” Desa Koltem, menjadi model untuk desa dan kelurahan lainnya dalam penanganan COVID-19 di Minut. Untuk itu, maksimalkan setiap tanggung jawab dan tetap pada prosedur serta ketentuan yang berlaku. Masing-masing lindungi diri dan jaga kesehatan,” ujar Kapolres dalam arahannya.

Selaku Hukum Tua Desa Koltem Demas Kasegel menjelaskan, upaya yang dilakukan adalah demi kebaikan bersama warga Koltem.
“Pos penjagaan ini, dibentuk untuk menekan angka penyebaran COVID-19. Terutama tentunya terhadap warga Koltem umumnya, karena hal ini sudah diputuskan dalam musyawarah desa,” pungkas Kasegel menjelaskan.
(Fey)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *