PALAKAT Manado–Berawal dari peduli terhadap lingkungan, perkumpulan yang suka mengubah sampah rumah tangga menjadi cairan yang bermanfaat menyebut nama sebagai Komunitas ECO Enzim Sulut.
Daphne Tololiu, Ketua ECO Enzime Sulawesi Utara, mengaku punya teman kelompok yang searah pemikirannya dan rajin mengumpulkan sampah rumah tangga berupa kulit buahan atau sayuran kemudian di campur dengan beberapa bahan lain seperti, air bersih dan molase (gula aren), menggunakan perbandingan 10 (air), 3 (buah/sayur), 1 (gula aren). “Bagi kami, tindakan ini bisa memberi contoh kepada masyarakat khususnya anak muda untuk turut menjaga lingkungan,” kata Daphne, Jumat (10/10/2025) di Manado.
Kata Daphne, cairan ECO Enzim dihasilkan selama itu telah bermanfaat di berbagai tempat, salah satunya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo.
Sumompo terkenal dengan bau tak sedap yang dihasilkan oleh tumpukan sampah dari masyarakat Kota Manado, sehingga pada beberapa tahun lalu, Dinas Lingkungan hidup bersama komunitas yang dipimpin Ibu Daphne melakukan penyemprotan menggunakan cairan ECO Enzim untuk menghilangkan bau menyengat. Aksi semprot dilaksanakan melalui bantuan mobil dari Bridade Mobil (Brimob) Sulut.
Selain itu, Komunitas ECO Enzim juga melakukan teknik sosialisi di sekolah-sekolah untuk menarik minat generasi muda Sulut masuk komunitas,” kami berharap aktivitas kami ini tidak akan terputus, tetapi bisa merambat. Karena itu kami butuh dukungan dari semua pihak,”ungkap Daphne.
Selma seorang perempuan keturunan Tonsea (suku di Minahasa Utara) mengaku mau bergabung dengan komunitas karena tertarik dengan hal-hal yang berdampak positif, seperti mengurangi timbunan sampah dan bau tak sedap. “Saya sudah merasakan manfaat ECO Enzim dan ingin bergabung bersama komunitas,”kata Selma.
(Fey)








