PALAKAT Manado–Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (KPw BI Sulut) kembali melaksanakan Refreshment Wartawan & Kick Off 3rd Festival Jurnalistik Tahun 2026, Kamis (26/02/2026), di Ruangan Tondano Kantor BI Sulut, Kota Manado.
Diungkapkan oleh Kepala KPw BI Sulut, Joko Supratikto, tujuan dari refreshment wartawan adalah untuk mengupdate dan meningkatkan pemahaman media tentang kebijakan dan berbagai program terkini BI terutama yang dilakukan di provinsi Sulawesi Utara. Kemudian bagaimana mempererat hubungan saling memberi manfaat.
“Dengan pemahaman yang semakin komprehensif diharapkan dapat menghasilkan pemberitaan yang betul-betul aktual, informatif dan akurat serta bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, selain itu bisa membentuk opini publik yang positif, juga mendukung efektivitas setiap kebijakan yang dilakukan oleh Bank Indonesia”, ungkap Joko.
Rangkaian dari kegiatan refreshment wartawan, KPw BI Provinsi Sulut serta 3rd Festival Jurnalistik 2026 mengangkat tema “Jurnalisme Semakin Tangguh, Ekonomi Daerah Kian Bertumbuh. Mengawal Resiliensi dan Mendorong Kemajuan Ekonomi Daerah”.
BI juga berharap Festival Jurnalistik dapat dioptimalkan sebagai ruang kolaborasi dan penguatan kapasitas media dalam menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, konstruktif dan berkontribusi nyata terhadap penguatan resiliensi serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Sebagai penguatan kolaborasi dan komunikasi publik dengan media, BI mengungkap berbagai isu strategis untuk menciptakan kesamaan persepsi sehingga sinergi antara BI dan media dapat terus diperkuat utamanya melalui pemberitaan atau diseminasi informasi yang relevan dan up to date kepada masyarakat.
Dalam kegiatan Refreshment tersebut, wartawan juga dibekali beberapa materi diantaranya, Peran Pasar Modal dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah, oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ada di Sulut.
“Berbagai metode harus dipelajari terlebih dahulu, jika ingin mencoba berinvestasi”, kata Mario Iroth, Kepala Perwakilan BEI Sulut, sambil memberi contoh perbandingan keuntungan yang diperoleh dari hasil saham dan tabungan perbankan.
Selanjutnya, materi Kebanksentralan & Media sebagai Sarana Diseminasi Kebijakan BI, oleh Departemen Komunikasi (DKom) BI, menjelaskan bagaimana BI menjaga kestabilan nilai tukar dan harga.
Kemudian materi Penguatan Profesionalisme dan Kredibilitas Jurnalisme di Era Digital, Best Practice Peliputan Ekonomi dan Bisnis, oleh Pemimpin Redaksi (Pemred) Kumparan Bisnis. “Liputan ekonomi di era digital lebih semangat lagi beradaptasi,” Kata Admiraldo Siregar.
Selanjutnya, ada juga materi Mitra di Era Digital tentang Harmoni Peran dalam Membangun Kepercayaan Publik, oleh Influencer Lokal.
Hadir dalam kegiatan ini, 37 wartawan yang tergabung dari media online, Televisi, Media Cetak ,dan Radio.
(Fey)








