Pengembangan KEK Sulampua Butuh Dukungan dan Strategi Guna Maksimalkan Multiplier effect

banner 120x600
Seminar Penguatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sulawesi, Maluku dan Papua, Rabu 07 Juni 2023 di Four Points by Sheraton, Manado

Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) membutuhkan dukungan, strategi dan akselerasi dari banyak pihak yaitu Pemerintah Pusat, Pemda, Investor, Asosiasi Pelaku Usaha, Akademisi dan Masyarakat agar dapat memaksimalkan multiplier effect .Hal ini dibahas dalam seminar Penguatan KEK Sulampua yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Manado, (07/06/2023).

 

PALAKAT Mabado–Beberapa tantangan utama dalam pengembangan KEK dipaparkan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara (KPw BI Sulut) Andry Prasmuko diantaranya, penyediaan lahan, penyediaan pendanaan/pembiayaan pembangunan, rencana bisnis yang belum optimal dalam menarik minat investor, serta pemanfaatan fasilitas fiskal di wilayah KEK.

Menyangkut potensi KEK di Sulampua, hingga tahun 2023 ini, terdapat 20 KEK di Indonesia yang statusnya telah beroperasi maupun dalam tahap pembangunan.Dari jumlah tersebut, lima KEK di antaranya berada di wilayah Sulampua, terdiri dari tiga KEK Industri yaitu, KEK Palu, KEK Bitung dan KEK Sorong serta dua KEK Pariwisata yaitu, KEK Likupang dan KEK Morotai.

Dari kelima KEK tersebut diungkapkan, potensi nilai investasi di Sulampua diperkirakan mencapai Rp 193 triliun dan diproyeksikan menyerap tenaga kerja sebanyak 243 ribu jiwa. Apabila hal ini dapat terealisasi maka pertumbuhan ekonomi Sulampua akan lebih baik.

“Kami berharap seminar ini mampu mengakselerasi sinergi dan kolaborasi, menghasilkan rekomendasi yang presisi, serta mengurai debottlenecking dan mempercepat arus investasi, “ujar Pak Andry

Mengakhiri sambutannya, Pak Andri berucap terima kasih atas sinergi antar lembaga yang telah diupayakan, dan berharap kolaborasi yang bermanfaat untuk perekonomian dapat terus dijaga ke depan, serta Allah SWT senantiasa meridhoi, meringankan langkah untuk melakukan segala upaya percepatan pemulihan ekonomi Sulampua dan Nasional. “Apa yg kita diskusikan disini tidak hanya menjadi wacana tapi bisa ditindaklanjuti dan diwujudkan, “Tutup Pak Andri.

Hadir mewakili Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Sulut Praseno Hadi. Dirinya mengajak semua pihak agar bersinergi bersama meningkatkan perekonomian KEK Bitung dan kawasan wisata yang ada di Likupang. “Bersama kita dorong program untuk pengembangan pusat ekonomi baru,” kata Praseno.

Menanggapi bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan KEK seperti, memberikan banyak fasilitas dan kemudahan di wilayah KEK diantaranya infrastruktur, kemudahan perizinan berusaha, pertanahan dan tata ruang, serta insentif perpajakan, kepabeanan dan cukai, Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang dan Federasi Mikronesia, Heri Akhmadi membahas peluang besar investasi di Indonesia bagian timur dan KEK industri, salah satunya Bitung dengan potensi Zona industri perikanan, farmasi juga kelapa.

“Potensi Indonesia untuk pertumbuhan ekonomi ada di Timur, “kata Pak Heri dengan harapan pembahasan ini menjadi langkah konkrit untuk kemajuan Indonesia.
(Fey)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *