Refreshment Wartawan, Ekonom Senior Paparkan Respon Kebijakan Moneter

banner 120x600

PALAKAT Manado–Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara (KPw BI Sulut) hadirkan ekonom senior Departemen Kebijakan Moneter saat laksanakan Refreshment Wartawan dan Kick Off 2nd Festival Jurnalistik Tahun 2025, di Manado, (25—26/02/2025).

Selaku Kepala KPw BI Sulut, Andry Prasmuko mengatakan, melalui penyegaran wartawan ini, ada informasi-informasi baru dari BI yang akan dilaksanakan di Tahun 2025.

Selain itu, Pak Andry juga berharap materi-materi yang disampaikan oleh pemateri pada setiap sesi akan memberi dampak positif bagi media.

“Semoga wartawan ekonomi saat ini bisa menyampaikan fakta ekonomi yang ada dan bisa membangun opini yang bermanfaat bagi masyarakat Sulawesi Utara, ” katanya.

Lanjutnya, apa yang dilakukan semua adalah untuk kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara. “Tujuan kita sama tapi caranya yang beda, ” ujar Pak Andry.

Para wartawan baik dari televisi, radio, dan online mendapat edukasi tentang perekonomian terkini dan respon kebijakan BI soal ekonomi global dan ekonomi domestik.

Ekonom Senior Departemen Kebijakan Moneter BI, Ikhsan Utama memaparkan respon kebijakan BI terhadap ekonomi global dan domestik dengan kebijakan moneter.

“Hal ini adalah untuk menjaga stabilitas keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia, ” kata Ikhsan.

Dikatakan pula, divergensi pertumbuhan ekonomi dunia berlanjut disertai dengan ketidakpastian global yang tetap tinggi. Perekonomian Amerika Serikat diperkirakan tetap kuat ditopang oleh konsumsi rumah tangga seiring upah dan produktivitas yang tinggi serta perbaikan investasi sementara itu Ekonomi, Eropa, Tiongkok, dan Jepang masih lemah dipengaruhi permintaan domestik yang belum kuat serta kinerja eksternal yang menurun sejalan dengan perekonomian Global yang melambat dan dampak dari implementasi kenaikan tarif impor oleh AS. Ekspansi ekonomi India juga tertahan akibat proses konsolidasi fiskal dan investasi yang belum kuat kemudian dengan perkembangan tersebut pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diperkirakan sebesar 3,2%.

Selanjutnya, arah kebijakan bank sentral AS dan penerapan kebijakan tarif impor yang lebih cepat dan luas dari prakiraan menyebabkan tetap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

Nilai tukar dolar AS masih dalam tren menguat, perkembangan kondisi ekonomi dan keuangan global tersebut menyebabkan besarnya preferensi investor untuk menempatkan portofolionya ke AS,
Indeks mata uang dolar AS masih tinggi dan menekan berbagai mata uang dunia. “Ekonomi global belum tumbuh tinggi, ” ujar Ikhsan.

Sementara untuk ekonomi domestik, nampak pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan perlu terus didorong. Pada triwulan IV 2024 pertumbuhan tercatat sebesar 5,02% yoy, meningkat dari 4,95% yoy pada triwulan sebelumnya sehingga secara keseluruhan tahun 2024 mencapai 5,03% yoy.

Tercatat pertumbuhan terutama disumbang oleh permintaan domestik sejalan meningkatnya konsumsi rumah tangga dan tetap baiknya investasi dari sisi lain Lapangan Usaha atau (LU) industri pengolahan dan (LU) perdagangan sebagai kontributor utama pertumbuhan juga tumbuh baik sejalan dengan permintaan domestik yang terjaga secara spesifik kinerja pertumbuhan tertinggi tercatat di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (sulampua).

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2025 dalam kisaran 4,7 sampai 5,5%.
Prospek ini dipengaruhi oleh Prakiraan peningkatan investasi terutama investasi non bangunan

Menurut BI, konsumsi rumah tangga perlu didorong sehingga dapat semakin menopang permintaan domestik dari eksternal berbagai upaya untuk memperkuat ekspor perlu terus ditingkatkan guna memitigasi dampak melambatnya permintaan negara-negara Mitra dagang utama

“Kita lihat di Januari tetap baik dan mendukung ketahanan eksternal pada tahun 2024 mencatat surplus seiring dengan defisit transaksi berjalan yang terjaga dan surplus transaksi modal dan finansial yang berlanjut. Neraca perdagangan pada Januari 2025 surplus sebesar 3,5 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan surplus bulan sebelumnya didukung oleh ekspor beberapa komoditas seperti logam mulia dan perhiasan/permata. Produksi kimia serta karet dan barang dari karet.

Di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan Global aliran modal asing ke investasi portofolio hingga pertengahan triwulan I 2025 (17 Februari 2025) mencatat net inflow 1,5 miliar dolar Amerika Serikat antara lain, dipengaruhi oleh inflows ke instrumen SBN.

Di tengah ketidakpastian pasar keuangan Global yang tetap tinggi nilai tukar Rupiah terkendali dengan kecenderungan menguat sejalan dengan komitmen kuat kebijakan bank Indonesia yaitu nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada Februari 2025, hingga 18/02/2025 menguat sebesar 0,15% (ptp) dibandingkan dengan level Januari 2025.

Perkembangan tersebut sejalan dengan konsistensi kebijakan stabilisasi BI didukung oleh berlanjutnya aliran masuk modal asing imbal hasil instrumen keuangan domestik yang menarik secara prospek ekonomi Indonesia yang tetap baik nilai tukar Rupiah relatif stabil dibandingkan kelompok mata uang negara berkembang mitra dagang utama Indonesia, sedangkan rupiah tetap dalam tren menguat terhadap Kompleks mata uang negara maju di luar dolar Amerika Serikat ke depan nilai tukar Rupiah diperkirakan stabil didukung komitmen Bank Indonesia.

Inflasi IHK Januari 2025 menurun Bank Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan moneter guna menjaga inflasi tahun 2025 dan 2026 terkendali dengan tetap mendukung upaya turut mendorong pertumbuhan ekonomi inflasi IHK pada Januari 2025 sebesar 0,76%(yoy) lebih rendah dari realisasi bulan sebelumnya sebesar 1,57% (yoy).

Ikhsan menjelaskan respon kebijakan BI menghadapi resiko dan tantangan ke depan adalah dengan terus mencermati prospek inflasi dan pertumbuhan ekonomi dalam memanfaatkan ruang penurunan suku bunga BI-Rate dengan mempertimbangkan pergerakan nilai tukar Rupiah.

(Fey)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *