PALAKAT Sulawesi Utara–Neraca perdagangan Indonesia pada bulan Juni 2023 mangalami capaian surplus (ekspor lebih tinggi dari impor) USD 3,45 miliar. Meningkat tajam dibanding Mei 2023 yang hanya sebesar USD 0,43 miliar capaian surplus bulan Juni ini menopang surplus perdagangan semester I 2023.
Hal ini dijelaskan oleh Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga saat menjadi pemateri di North Sulawesi Investment Forum (NSIF), Selasa (08/08/2023) di Manado, dengan tema ”Gateway to Growth: Advancing the North Sulawesi’s Economy by Accelerating Investment and Export”. Diungkapkan Pak Wamen, “struktur ekspor Indonesia didominasi oleh sektor industri, “katanya.

“Kita harus syukuri bersama, sesuai dengan amanah Bapak Presiden bahwa kita harus capai surplus dan itu kita capai, “ujar Pak Wamen saat diwawancarai usai memberikan materi di NISF 2023.
Diuraikan pula dalam materinya, top komoditas ekspor Sulut salah satu bagian dari Indonesia seutuhnya. Di bulan Januari – Mei 2023, penyumbang ekspor di Sulut seperti, lemak minyak hewan/nabati, perhiasan/permata, ikan & udang, daging dan ikan olahan, kopi, teh, dan rempah-rempah.
Untuk top komoditas impor di Sulut pada bulan Januari–Mei 2023 diperankan oleh, bahan bakar mineral, gandum-ganduman, bahan kimia organik, besi & baja, lemak, dan minyak hewan/nabati.
Jerry mengungkapkan, capaian surplus di ekspor industri adalah hasil peran serta semua pihak, salah satu di dalamnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, dan Pemerintah Kota /Kabupaten lainnya, “Tidak hanya Kemendag, tapi ini adalah kerja keras semua pihak, “ungkapnya.
(Fey)








