Penamatan 360 Siswa SMP 8 Manado, Marching Band Turut Tampil

Acara yang digarap apik, disertai parade 360 siswa yang dihantar oleh marching band kebanggaan sekolah sekitar 500 meter menuju gerbang sekolah di Jln Sea Malalayang Satu Barat, Kecamatan Malalayang Manado.

banner 120x600

PALAKAT Manado–Penamatan siswa siswi SMP Negeri 8 Manado berlangsung sederhana, namun sangat berkesan. Acara digarap apik, disertai parade 360 siswa yang dihantar oleh marching band kebanggaan sekolah.

Wali Kota Manado Andrei Angouw dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, Grace Sondakh mengatakan, pendidikan adalah jalan penyadaran untuk membukakan pengetahuan, melatih kemandirian dan membentuk kepribadian sehingga anak didik bertumbuh sehat jasmani dan rohani,menjadi manusia yang unggul dan luhur yang menghargai kehidupan dengan hidup yang saling memanusiakan.

” Selamat kepada adik adik kelas IX yang telah menamatkan belajarnya di SMP Negeri 8 Manado. Saya juga memberikan apresiasi kepada Kepala Sekolah dan jajarannya yang telah sukses mengantar anak anak didiknya menuntaskan masa belajarnya di SMP,” kata Wali Kota Andrei Angouw dalam sambutannya Kamis (4/06/2026).

Kepada siswa, Wali Kota AA berpesan, rajinlah belajar dan menulis. Menulis adalah latihan yang baik untuk membangun kemampuan bernalar. ” kelak kemampuan ini akan berguna bagi adik- adik”, kata Wali Kota.

Usai Kabid Grace membacakan sambutan Wali kota Manado, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, Peter K. B. Assa, juga menyampaikan ucapan selamat melalui ruang digital dengan merekam video khusus dan kemudian ditayangkan melalui layar tv, untuk memberikan selamat dan motivasi kepada siswa siswi yang telah lulus.

Dirinya memberi dorongan untuk teruslah belajar, mengembangkan potensi diri, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menjadi generasi yang kreatif, adaptif, berkarakter, dan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat.

” Saya berharap kalian dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, apakah ke SMA, SMK, maupun jalur pendidikan lainnya sesuai minat dan bakat dan cita-cita masing-masing . Persiapkan diri sebaik-baiknya, karena masa depan akan dimenangkan oleh mereka yang memiliki pengetahuan, keterampilan, integritas, dan semangat belajar sepanjang hayat”, katanya.

Dan di atas semua itu, lanjutnya, jangan pernah meninggalkan nilai-nilai moral dan spiritual. Kalian harus tetap bertekun dalam iman dan ketakuan kepada Tuhan yang Maha Kuasa. Karena karakter yang kuat dan hati yang takut akan Tuhan merupakan fondasi yang utama dalam meraih kesuksesan yang sejati.

Kepala Sekolah SMP N 8 Manado Tineke Timpaulu, memberikan apresiasi kepada seluruh orang tua/wali siswa kelas IX, yang telah bergotong royong, berpartisipasi dengan sukarela demi mewujudkan keinginan siswa untuk menggelar acara penamatan.

” Bersyukur pada Tuhan, acara penamatan ini, berhasil dilaksanakan dengan sukses, sederhana namun sangat berkesan”, kata Tineke.

Ketua Panitia Jeane Rondonuwu S.Sos, M.Th dalam laporannya mengatakan sejumlah 360 siswa kelas IX tahun pelajaran 2025/2026 dinyatakan lulus, yang terdiri dari 179 Perempuan dan 181 Laki-laki untuk kemudian bisa melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi yakni SMA atau SMK.
Ia juga menjelaskan, acara penamatan merupakan hasil kolaborasi antara orang tua, komite sekolah dan civitas SMP Negeri 8 Manado.

” Kami orang tua kelas IX melakukan rapat pada Selasa 19 Mei, untuk membicarakan pelaksanaan acara ini dan sepakat memberikan donasi secara sukarela dan tanpa paksaan untuk menunjang acara ini terlaksana dengan baik”, kata Jeane yang juga adalah orang tua siswi yang tercatat dikelas 9.1.

Jeane, yang juga adalah Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulawesi Utara mengakui beberapa tahun terakhir, acara penamatan sekolah selalu berada di ruang yang dilematis . Di satu sisi, ada regulasi yang abu-abu yakni surat edaran yang membatasi seremonial karena khawatir membebani orang tua . Di sisi lain, ada kerinduan yang mendalam dari orang tua dan siswa untuk merayakan momentum, sekali seumur hidup ini .

Menurut Jeane, dilema ini sering kali menempatkan sekolah dalam posisi yang disalahkan, dan komite sekolah kadang dianggap menjadi beban. Ini adalah kritik membangun untuk kita semua. Regulasi yang tidak tegas di tingkat pusat dan daerah sering kali membuat kita bergerak dalam ketidakpastian.

” Namun hari ini, oleh karena kemurahan Tuhan, SMP Negeri 8 Manado memberikan solusi praktis atas dilema tersebut. Solusinya bukan dengan melarang atau meniadakan hak bahagia anak-anak kita, tetapi bagaimana kita mengelola sumber daya keluarga besar ini. Orang tua, Komite Sekolah dan pihak SMP Negeri 8 Manado telah membuktikan bahwa di tengah regulasi yang abu-abu, komunikasi yang sehat dan jernih, kerja tanpa pamrih adalah kuncinya”, kata Jeane yang mengakhiri laporannya dengan pantun motivasi dan disambut meriah hadirin.

Acara yang dipandu MC Sevenlee Pantouw dan Kyran Sasuwuk berlangsung khidmat, kesan pesan mewakili siswa disampaikan Nathanael Loidong dan Ribka Rondonuwu, dan mewakili orang tua yakni dr Joshi Loindong. Dihibur dengan penampilan Maching Band asuhan Ibu Guru Jurin Wuwungan yang pentas per sesi dan akting para siswa siswi yang tergabung dalam Teater Spendel. Orang tua yang duduk menempati sudut dan lorong depan kelas, tidak mengeluh dengan cuaca panas, 360 anak-anak kelas IX tetap bertahan meski matahari sejak pagi menggilir setiap tempat duduk karena kondisi aula sekolah dengan dinding terbuka.

Semua pengorbanan itu, dibayar dengan rasa bahagia, senyuman bangga ketika datang waktu secara bergilir, siswa dan orang tua 2 kelas berada di aula untuk melakukan prosesi penamatan yakni Pemasangan bunga dada siswa kepada orang tua, kemudian menuju panggung untuk pengalungan sleber penamatan dan jabat tangan dengan Kepala Sekolah, Jajaran Wakil Kepala Sekolah dan Wali Kelas. Dua momen ini diabadikan khusus oleh fotografer panitia. Berkat kerjasama yang baik dalam keterbatasan ruang ini, prosesi penamatan10 kelas untuk kelas IX bisa selesai sesuai rundown acara.

“Aula sekolah sangat terbatas dan hanya bisa menampung 400 orang, jadi panitia harus mengatur dengan sistem bergilir . Puji Tuhan, orang tua dan siswa bisa memahami kondisi yang ada dan acara penamatan SMP N 8 Manado berakhir dengan sukses”, kata Sekretaris Panitia Charensia Repi

(**Fey)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *