PALAKAT Bitung–Berangkat dari pangkalan sandar milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) yang terletak di Aertembaga, Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), yaitu Dermaga Samuel Languyu, Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Sidat–851 mengawal Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) gelombang kedua tahun 2026, Jumat (11/09/2026).
Tim ERB gabungan dari Bank Indonesia Provinsi Sulut dan TNI AL, dilepas oleh Komandan Kodaeral VIII Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi, setelah melaksanakan upacara pelepasan.
Suhendi mengatakan KRI Sidat–851 akan melaksanakan tugas, mendukung kelancaran distribusi logistik kas keliling BI, dan menyediakan uang layak edar untuk masyarakat terdepan, terluar, dan terpencil. “Menjamin keamanan wilayah perbatasan dari peredaran mata uang asing, serta memfasilitasi tim bakti kesehatan TNI AL untuk warga pulau terpencil, “katanya.
Selanjutnya Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sulut, Joko Supratikto mengatakan, kehadiran dan penggunaan rupiah merupakan representasi nyata dari kehadiran negara dan kedaulatan Republik Indonesia.
“Sejauh apapun wilayahnya rupiah tetap hadir dan kedaulatan Indonesia akan tetap terjaga”, ungkap Joko.
Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh jajaran TNI AL yang selama ini telah mendukung pelaksanaan ERB.
Joko berharap, Tim ERB dapat memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat. “Ingatlah perjalanan ini bukan hanya membawah dan menukarkan rupiah tetapi juga wujud nyata kehadiran negara di pulau-pulau terluar”, Tegasnya.
Perjalanan ERB ini akan memakan waktu selama tujuh hari (11—17/09/2026). Akan mengunjungi lima pulau yaitu, Tagulandang, Karatung, Marore, Kalama, dan Mahangetang.
(Fey)








