PALAKAT Bitung–Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut hadir menjangkau masyarakat di daerah 3 T, terdepan, terluar, dan terpencil untuk memastikan kebutuhan rupiah dapat dipenuhi dalam jumlah yang cukup, pecahan yang tepat, serta dengan kondisi yang layak edar.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Joko Supratikto, pada saat pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) yang berlangsung selama 7 hari (1—17/09/2026).
“Ekspedisi ini menjangkau 5 pulau yaitu,Tagulandang , karatung, kalama, Marore, dan Mahangetang”, kata Joko.
Adapun modal yang dibawah berjumlah 5 Miliar rupiah. ERB ini bukan hanya melakukan misi penukaran uang tetapi, juga melakukan misi edukasi kepada masyarakat dengan tujuan untuk memastikan masyarakat memahami cara merawat rupiah, bangga menggunakannya sebagai alat pembayaran yang sah, serta memahami peran rupiah dari dalam perekonomian, disamping itu dapat memahami ciri-ciri keaslian rupiah.
Joko menjelaskan, interaksi langsung dengan masyarakat adalah keinginan yang kuat untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat sebenarnya, mencintai, memahami, dan membanggakan rupiah merupakan tanda kecintaan terhadap Republik Indonesia.
Selain itu, Tim juga membawa uang kertas yang baru untuk ditukarkan kepada masyarakat yang memiliki uang sudah lusuh. “Kami akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan, tujuannya khusus untuk menyalurkan uang ini untuk kebutuhan uang kertas masyarakat”, ujar Joko.
Dijelaskan pula, di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar, rupiah memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekedar alat pembayaran.
Tim diberangkatkan dari dermaga Samuel Languyu, Kota Bitung, Sulawesi Utara.
(Fey)








