Bahasa Tonsea Masuk Kurikulum Pendidikan, Begini Kata VAP

banner 120x600


PALAKAT Minahasa Utara – Demi memaknai dan menghidupi budaya Tonsea, telah digelar seminar budaya di hotel sutan raja, Rabu (07/08) oleh Tonsea Union Faundation.

Seminar ini adalah yang pertama kali di Indonesia dengan menggunakan bahasa pengantar ‘Nuwu Tonsea’ (Matarnem Tonsea).

Acara ini dihadiri oleh Bupati Minahasa Utara Vonnie Anneke Panambunan S.Th (VAP) dan ikut menari bersama dengan aksi tarian khas Tonsea oleh Ibu – Ibu Lansia.

Bupati pun menyatakan dukungan penuh atas diangkatnya budaya bahasa daerah Nuwu Tonsea, untuk dilestarikan dan kemudian diikutsertakan dalam kurikulum pelajaran bagi peserta didik Sekolah Dasar (SD) di Minut.

“Saya mendukung program ini, dan kita akan bahas tahun ini, supaya tahun depan bisa dimasukkan dalam kurikulum pendidikan, “kata Bupati VAP.

Senada dengan penjelasan ketua panitia, Maxmillian Pinontoan, menjelaskan rasa peduli mereka yang tergabung dalam Paesaan Nee Tonsea berinisiatif untuk menekan ancaman kepunahan nuwu Tonsea (tarnem tonsea) maka hadirlah satu upaya pelestarian dengan mengadakan seminar budaya ini.

“Dalam seminar ini, bersama menggali kembali literasi Tonsea sambil membahas upaya penguatan terhadap bahasa Tonsea dan mendorong diterapkannya pelajaran ‘Nuwu Tonsea’ dalam kurikulum Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Minut, “jelas Pinontoan.

Pada intinya, kehadiran pemerhati budaya di Minut ini akan mampu mempertahankan eksistensi kebudayaan asli daerah terutama bahasa, ketika harus beriringan dengan perkembangan zaman, kemajuan IPTEK dan globalisasi.

(Fey)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *