Tangan Perempuan Dr. Donna Setiabudhi Rindu Majukan Fakultas Hukum Unsrat

banner 120x600
Dr. Donna Okhtalia Setiabudhi SH MH, CalonDekan Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi Periode 2022-2026
Dr. Donna Okhtalia Setiabudhi SH MH

Tangan perempuan hebat yang berjiwa pengabdian, rindu menggunakan kesempatan yang dimiliki untuk bisa membuat tempat dimana dirinya mengabdi terus mengalami perubahan kearah yang lebih baik. Diusia muda dengan gelar akademik Dr yang diraihnya, tak ingin hanya berpangku tangan saja, melainkan mau bekerja bersama majukan Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi.

 

PALAKAT Manado–Sebagai salah satu calon dekan perempuan, Dr Donna O Setiabudhi SH MH, dengan keunggulan dan pengalaman yang matang, dirinya mengaku memiliki tujuan yang besar bagi Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado.

Menjadi percaya diri karena memenuhi syarat untuk bisa menjadi Dekan di Fakultas Hukum Unsrat, selain punya gelar S3, Dr Donna juga memiliki pengalaman managerial. Berhasil meraih gelar akademik SH tahun 2005 jenjang S1, gelar MH di tahun yang sama, dan gelar akademik Dr tahun 2010 jenjang S3. Kemudian, sebanyak dua periode menjabat Sekretaris Bagian Hukum Tata Negara (HTN). Bermaksud menyajikan wawasan baru dengan kacamata anak muda/millenial.

“Meski sebagai peserta termuda, saya tidak akan berpangku tangan, tapi mau melakukan perubahan secara progresif kedepan untuk Fakultas Hukum, “ujarnya saat ditemui Palakatberita. Co, di gedung Fakultas Hukum Unsrat, Rabu (16/02).

Dr. Donna Okhtalia Setiabudhi SH MH saat ditemui Palakatberita. Co

Tampil sebagai peserta termuda, menurut Dr Donna hal ini merupakan bukti eksistensi. Terbukti, dirinya mampu melalui proses penjaringan/seleksi berkas hingga lolos penyaringan dan ditetapkan sebagai Calon Dekan Fakultas Hukum Unsrat periode 2022-2026 oleh Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat M.Sc DEA melalui SK Nomor 326/UN12/KP/2022  tertanggal 16 Februari 2022.

“Kami pun yang mudah jika punya kesempatan akan melakukan hal yang berguna bagi Fakultas Hukum. Memang sekarang sudah baik tapi, tidak harus berhenti. Mesti berusaha lebih baik lagi, “ujar Dr.Donna bersemangat. Diharapkan pula, kesempatan peran perempuan tidak sia-sia. “Semoga bentuk perwakilan perempuan yang dari berbagai latar belakang ini bisa menghilangkan apa yang mungkin sudah terkotak-kotak, dan kami tidak dipandang sebelah mata tapi malah didorong untuk melakukan yang terbaik, “pungkasnya.

Salah satu hal menarik yang disampaikan Dr Donna, menjadi satu komitmen yaitu, bisa meminimalisir kegiatan pungli. “Jika diberi kesempatan, kami sudah berkomitmen untuk menerapkan ‘Say No to Pungli’, meski tidak serentak hilang, tapi minimal bisa berkurang, “ujarnya.
(Fey)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *