Manado  

Deteksi Dini COVID-19 Melalui RT-PCR, Dr Suryadi Tatura: RS Prof Kandou Punya Alatnya

Dr.dr Suryadi Tatura
banner 120x600
Dr.dr Suryadi Tatura

PALAKAT Manado – Wabah Coronavirus Disease (COVID-19) yang kini menyerang Provinsi Sulut, dengan melihat data dari Satgas COVID-19 Sulut hingga, Jumat(20/03) yakni, 1 (satu) pasien positif dan 5 (lima) Pasien Dalam Pengawasan (PDP) serta 371 Orang Dalam Pengawasan (ODP), kini menggelisahkan masyarakat.

Menanggapi kegelisahan masyarakat terkait penyebaran COVID-19 tersebut, Dr. dr Suryadi Nicolaas Napoleon Tatura, Sp. A (K) turut memberi perhatian dan memberitahukan bahwa, sesuai dengan teori kecepatan transmisi sebuah penyebaran virus SAR Cov-2 dimana virus ini sangat contangious atau sangat menular dan memiliki cara penularan yang unik.

“Penularan dapat melalui droplet (percikan ludah atau bersin) dan dapat bertahan di udara 3 jam, di bahan-bahan terbuat dari kayu dan kaca seperti meja, pegangan tangga selama 4 hari. Diperkirakan harusnya kalau ada satu orang positif dan tidak diisolasi, maka dapat menularkan lebih dari minimal 4 orang, tergantung seberapa banyak orang yang kontak erat yaitu berjarak 1 meter bahkan beberapa literature mengatakan sampai 1,8 meter, “kata Dr Suryadi menjelaskan, Sabtu (21/03).

Menurut dr Suryadi, harus segera dilakukan pemeriksaan terhadap mereka yang berstatus Orang Dalam Pengawsan (ODP), maupun kontak erat, sebagai deteksi dini uji COVID-19. Pemeriksaan ini adalah melalui Real-Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), dilanjutkan sequencing untuk mengkonfirmasi diagnosis infeksi COVID-19. Sementara Sulut sudah memiliki PT-PCR yang bisa dimaksimalkan penggunaannya.

“Sulut memiliki RT-PCR. RS Prof Kandou punya alatnya, yang dulu digunakan saat pandemi flu burung. Alat ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi COVID-19, bila dimaksimalkan dengan menyediakan primer dan reagen yang dibutuhkan, “ungkap Dokter Anak Konsultan Infeksi dan Penyakit Tropis yang merupakan anggota American Society of Tropical Medicine and Hygiene (ASTMH) dan anggota European Society Pediatric Infection Disease (ESPID) ini.

Diungkapkan pula, potensi yang ada di Sulut seperti, Sumber Daya Manusia (SDM) serta sarana dan prasarana sangat mungkin untuk dikembangkan demi memerangi penyebaran COVID-19 didaerah nyiur melambai ini.

“Dengan memaksimalkan alat yang kita miliki, akan lebih cepat melakukan deteksi dini untuk mengetahui daerah resiko terjangkit, sehingga pemimpin daerah dengan waktu yang tepat dapat mengambil kebijakan strategis guna kepentingan masyarakat umumnya, “ungkap pak dokter sambil mengingatkan, ada juga pelaku perjalanan yang dari daerah terjangkit, namun tanpa gejala dan harus menjadi perhatian.
(Fey)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *